DAHSYATNYA DOA NABI YUNUS DALAM KESULITAN DAN KESEMPITAN..SANGAT MUSTAJAB!!

Nabi Yunus alayhissalam diutus oleh Allah swt. kepada masyarakat Naynawa, yang terkenal dengan kekafirannya. Nampaknya, Nabi Yunus kurang sabar dengan perlakuan kaumnya. Dalam keadaan kesal, ia pergi meninggalkan kaumnya menuju tepi laut. Kemudian ia menumpang kapal yang akan berlayar. Di tengah lautan, kapal diterpa badai dan angin kencang. Untuk menghindari kapal karam, muatan kapal harus dikurangi. Semua penumpang kapal sepakat untuk melakukan undian. Siapa yang namanya keluar, maka dialah yang harus dilemparkan ke lautan. Ternyata, yang keluar adalah nama Nabi Yunus. Akhirnya, Nabi Yunus menceburkan dirinya ke lautan, dan ia ditelan ikan besar. Al-Quran menyebut ikan itu dengan Hut atau Nun. Namun, Allah swt. mewahyukan ikan itu untuk tidak memakan tubuh Nabi Yunus.

Ada yang mengatakan Yunus a.s. tinggal di dalam perut ikan selama 3 hari, 7 hari, bahkan 40 hari. Selama itu ia berdoa kepada Allah swt., ‘Allahumma, la ilaha illa anta. Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin – ya Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh aku ini termasuk orang-orang yang zalim’.

 

Doa Yunus menembus Arsy, sampai-sampai para malaikat berkata, ‘Ya Rabb, sepertinya ini adalah suara orang lemah yang sudah dikenali, yang datang dari negeri yang jauh dan asing’. Allah bertanya, ‘Tahukan kalian, suara siapakah itu?’ Malaikat menjawab, ‘Suara siapakah itu?’ Allah berkata, ‘Itu adalah suara Yunus, hamba-Ku’. Malaikat berkata, ‘Yunus yang amalnya senantiasa naik ke langit dan doanya dikabulkan? Ya Rabb, tidakkah Engkau menaruh belas-kasih padanya lantaran dia senantiasa memuji-Mu di saat senang, dengan begitu Engkau selamatkan ia di saat terjepit seperti ini?’ Allah menjawab, ‘Ya, tentu saja’. Maka, Allah memerintahkan kepada ikan hut untuk melemparkan Yunus ke daerah tandus.

Yunus terdampar di sebuah pulau yang tandus, dalam keadaan lemah. Lalu, Allah mengembalikan kekuatannya dengan menumbuhkan pohon labu di dekatnya. Bukan hanya itu, Allah mengembalikan seribu umatnya dalam keadaan beriman, dan Allah berikan kemakmuran hidup kepada mereka. (Q.s. as-Shaffat/37: 145-148)

Doa Nabi Yunus adalah salah satu doa mustajab. Kita dianjurkan untuk sering membacanya, lebih-lebih di saat kita mengalami kesulitan. Saya punya cerita menarik tentang hal ini.

Siang itu, 8 Dzulhijjah, para jamaah haji yang berada di Mekkah mulai bergerak menuju Arafah. Meskipun wuquf baru dilaksanakan keesokan harinya, namun jamaah haji sudah diberangkatkan satu hari sebelumnya. Jarak antara Mekkah dan Arafah tidaklah jauh. Paling-paling 7 km, yang dapat ditempuh dalam waktu tidak berapa lama. Namun, kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan dapat menyebabkan perjalanan menuju Arafah tidak secepat yang kita duga. Ditambah lagi, dengan kemampuan sopir yang tidak menguasai medan. Bahkan, ada kejadian bus baru tiba keesokan harinya. Pemerintah Arab Saudi tidak ingin mengambil risiko besar, karena wuquf adalah rukun haji yang paling penting. Jamaah haji yang tidak wuquf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, maka hajinya tidak sah. Oleh karena itu, jamaah haji diberangkatkan satu hari sebelum prosesi wuquf, agar pada saat wuquf, mereka benar-benar sudah berada di bumi Arafah.

Saat itu, saya dan 80 orang jamaah haji berada di dalam bus yang diberangkatkan menuju Arafah. Saya duduk di bangku paling depan, sambil memandu para jamaah haji. Suara talbiyah bergema sepanjang jalan menuju Arafah. Berulang kali, bus yang kami tumpangi berputar-putar di jalan yang sama. Saya ikut memberi panduan kepada sopir untuk mengambil rute yang seharusnya. Buat saya, sopir tidak kenal rute-jalan itu masalah biasa. Saya sering mengalaminya di kala musim haji. Maklum, mereka bukan penduduk asli Saudi Arabia. Mereka biasanya datang dari Mesir, Palestina, Syiria, dan Turki. Bahkan, dari identitas mereka yang saya baca, mereka baru menginjakkan kakinya di Mekkah beberapa hari yang lalu. Jadi, wajar saja kalau mereka sering kesasar. Untuk itu, biasanya sopir ditemani oleh satu orang dari maktab, yang ikut memandu perjalanan.

Bus yang kami tumpangi makin jauh dari arah Arafah. Jamaah mulai tahu bahwa sopir sudah salah jalan. Mereka mulai gelisah. Saya berusaha menenangkan mereka. Saya sadarkan mereka bahwa mereka sedang berihram. Saya ingatkan mereka jangan sampai keluar dari mulut mereka kalimat-kalimat yang tidak sepantasnya, karena itu akan merusak ihram mereka. Saya katakan bahwa ini adalah ujian untuk menguji kesabaran kita dalam menjalankan perintah Allah swt. Saya mengajak semua jamaah untuk membaca istighfar. Sepanjang jalan, saya selingi ucapan talbiyah dengan istighfar. Saya pun teringat dengan doa Nabi Yunus ketika berada di perut ikan Nun, ‘La ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minazzhalimin’. Saya juga meminta jamaah untuk membaca doa itu. Doa itu pun kami baca berulang-ulang. Suasana di dalam bus menjadi syahdu. Suara talbiyah, istighfar, dan doa Nabi Yunus terdengar tulus keluar dari mulut-muluh jamaah. Mereka begitu khusyu’. Sepertinya semua jamaah tidak mampu menahan tetesan air mata. Terdengar suara isak-tangis kecil.

Alhamdulillah, doa kami menembus Arsy! Allah swt. menghilangkan kegelisahan kami. Bus kami mulai berada di jalur yang benar menuju Arafah.

Kami pun menjadi lega, manakala bus kami sudah memasuki kawasan Arafah yang dipenuhi dengan kemah-kemah.

La ilaha illa anta. Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin… Tidak ada tuhan selain-Mu. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku ini sudah berlaku zalim…

Kredit: dreamco.id

 

 

WAHAI ISTERI…BANYAK-BANYAKLAH MINTA MAAF PADA SUAMI KERANA….

Setiap pasangan yang bercinta pasti mengimpikan sebuah hubungan yang halal dan serius di masa depan kan. Kalau wanita, memang dari awal dah target nak jadi isteri yang taat, kalau yang laki pula memasang hajat nak jadi suami yang bertanggunjawab nanti. Tipu la kan kalau tak pernah borak macam tu dengan pasangan masing-masing.

Tapi, ia tidak lah semudah seperti yang di ungkapkan. Besar tanggungjawab bila sudah berumah tangga, tambah-tambah buat wanita yang bakal bergelar isteri kelak. Seperti kisah yang dikongsikan oleh seorang wanita ini yang bernama Nurul Hidayatul Akma Salihan mengenai tanggunjawab seorang isteri yang bagi kami amat bermanfaat untuk dibaca.

Kongsinya lagi, sebagai seorang isteri mereka perlu lebih kerap untuk memohon maaf daripada suami kerana kadang kala mereka boleh alpa dalam menjalankan tanggungjawab yang sudah diamanahkan oleh suami.

Jom kita ikuti perkongsiannya dibawah untuk ketahui lebih lanjut. Semoga ia bermanfaat untuk anda.

SYURGA SEORANG ISTERI

Dugaan paling besar adalah bersabar.

Jadi seorang isteri, hal yang amat kritikal bagi kita ialah suami. Kita makhluk Allah yang sarat dengan emosi dan kadang terlalu menuruti kata hati, lalu memang satu hal yang menakutkan kalau ada kata-kata dan tindak tanduk kita yang melukai hati suami sengaja atau tidak sengaja.

Rasulullah S.A.W sebut dengan jelas tentang perangai orang perempuan, saat berdepan dengan satu saja pun keburukan suami, si isteri boleh lupa dengan kebaikan suaminya yang lain. Perangai inilah yang paling banyak menjerumuskan perempuan ke neraka. Allah. betapa ngerinya!

Jadi seorang isteri, banyak-banyakkanlah minta maaf dari suami. Mungkin ada terkurang layanan kita, terkasar bahasa kita, terlajak berprasangka, tercerita tentang aibnya pada sesiapa.

Allah ya Allah, rendahkan hati kita untuk merayu kemaafan darinya. Jangan kita hanya nampak kelemahan dia tapi kita lupa kelemahan kita. Jangan kita sibuk besar-besarkan kesilapannya tapi kita pandang kecil kesilapan kita.

Pandang muka suami kita, siapa pun dia, itulah yang Allah dah pilihkan sebagai jodoh kita. Itulah lorong nikmat, itulah juga lorong ujian Allah buat kita.

Semua buruk baik dia boleh jadi asbab kebaikan untuk kita. Mungkin untuk tundukkan ego kita. Mungkin untuk Allah beri pahala melalui sabar kita. Mungkin untuk latih kita berdikari dan keluarkan potensi diri. Ada sebabnya. Pasti ada sebabnya!

Minta Allah jaga rumahtangga kita. Kalau ada hal tentangnya yang kita tidak suka, banyakkan berdoa pada Allah. Kita tidak boleh ubah suami kita, tapi Allah boleh. Minta dari Allah. Jaga hubungan kita dengan Allah agar mudah kita minta Allah jaga rumahtangga kita.

Masya-Allah, indahnya kesudahan hidup seorang isteri andai dia mati dalam keadaan mendapat redha seorang suami. Indahnya janji Allah bahawa isteri yang diredhai suaminya boleh masuk syurga dari mana-mana pintu yang disukainya. Indah sangat, kawan-kawan! Tidak teringin ke kita untuk mendapatkannya?

Hari ini, ayuh simpan niat untuk jadi isteri yang lebih baik daripada semalam. Simpan hasrat untuk cuba dan kemudian cuba. Allah pandang usaha kita. Allah pasti beri ganjaran walau pun pada sekecil-kecil usaha kita. Inshaa-Allah.

Ayuh tutup aurat kita serapat mungkin agar kita bakal menjadi ketua bidadari untuk suami kita di syurga kelak. Lindungi walau sehelai rambut. Litupi walau hanya tapak kaki yang kita rasa hanya berada di bawah tapi ia yang bakal menentukan ke syurga kah kita.

Ya Allah,

Jadikanlah isteri yang membaca ingatan ini sebagai isteri menyejukkan hati suami mereka ya Allah. Aamiin.

SUMBER